Bad day
Pagi hari yang cerah, kala sinar matahari yang tampak indah bersinar menerangi permukaan bumi.Aku bergegas berangkat ke sekolah untuk menuntut ilmu tentunya.Dengan tekad yang bulat aku berangkat ke sekolah.Setiba di sekolah aku, Aisha cewe smart, fun and easy to smile, teman sekelasku dan teman-teman yang lain duduk ditempatnya masing-masing.Aku bisanya duduk sendirian di bangku tengah.Sementara itu Aisha dan Inah duduk tepat didepanku .Namun ketiak aku hendak duduk dibangku, tiba-tiba Aisha memanggilku dan menawariku untuk duduk di sampingnya.
“San, sini.Duduk sama aku aja,” ajak Aisha.
“Bener nich ga papa?ntar Inah duduk dimana?aku ga mau.Ntar dia marah lagi,” jawabku.
“Ga papa, Inah sakit and dia ga masuk.Tadi pagi dia udah ngirim surat izin,” jawab Aisha sambil menyuruhku duduk di sebelahnya.
“Ya udah aku mau duduk di sebelah kamu.Tapi jangan marah ya kalau aku agak sedikit ga bisa diem,” tegasku sambil agak membawa tasku ke bangku disamping Aisha.
“Ya ga papa.Tapi cuma dikit aja yach.Ntar kalau ribut terus aku jadi marah beneran loh,” sahut Aisha dengan nada bicara ngeledek.
Ting.ting.ting…….
Bel pelajaran berbunyi dan semua siswa siap untuk memulai pelajaran.Setelah jam keempat usai, bel istirahat berbunyi.Namun setelah bel berbunyi, tiba-tiba dari speaker ruang kelas terdengar pengumuman bahwa semua siswa yang mengikuti Lomba Sains diharapkan untuk berkumpul di Aula.Aku dan Aisha adalah salah satu siswa yang mengikuti Lomba tersebut.Aku dibidang Astronomi sedangkan Aisha dibidang Biolgi.Kami bergegas menuju ke Aula.Setibanya di Aula, di sana sudah ada pembimbing dari setiap bidang yang diujikan.Setiap pembimbing memberikan pengarahan teknis lomba yang akan diadakan tiga hari lagi.Aku berpisah dengan Aisha, karena aku harus mengikuti pengarahan itu begitu juga dengan Aisha.
“Aish, aku ke sana dulu yach,” sapaku pada Aisha.
“Oh yach.Lagian aku juga mau pergi ke sana,” jawab Aisha.
Kami berdua pergi ke guru pembimbing masing-masing.Setelah pengarahan yang diberikan oleh guru pemimbing Astronomiku selesai, aku bergegas menuju ke kelas.Tapi setibanya di kelas, aku duduk di bangku di samping Aisha.Namun, Aisha belum masuk bangku yang di tempatinya masih kosong.Aku tak ambil pusing masalah itu.Aku berniat untuk pergi ke perpustakaan untuk browsing mencari materi dan soal-soal untuk Lomba besok dan meminjam soal Lomba Biologi buat Aisha.Aku langsung pergi menuju perpustakaan yang letaknya di atas Aula sekolahku.Di tengah perjalanan aku melihat Aisha sedang berbincang dengan guru pembimbingnya di Aula.Berhubung penasaran, aku mendekati mereka dan tanpa sengaja mendengarkan pembicaraan mereka.
“Bu, apa benar tidak semua siswa yang sudah ikut pelatihan akan ikut lomba besok?” tanya Aisha pada guru pembimbing biologinya.
“Sebelumnya Ibu minta maaf.Memang benar untuk tahun ini sekolah kita hanya mengirimkan dua peserta Lomba Sains Biologi,” jawa Guru pembimbing Aisha.
“Tapi kenapa bisa seperti itu Bu?” tanya Aisha
“Sebenarnya Ibu sudah memberikan berkas peserta kepada Staf di sekolah kita.Tapi Staf tersebut katanya terlambat menyerahkan berkas tersebut kepada panitia, jadi yang terdaftar hanya dua orang saja yang berkasnya sudah masuk duluan.Dan kamu dengan sangat menyesal juga terpaksa tidak bisa ikut,” ujar Guru pembimbing Aisha.
“Oh, ya udah Bu, terima kasih,” ujar Aisha.
Setelah pembicaraan itu, Aisha langsung pergi ke kelas dengan paras yang kecewa.Mendengar hal itu, aku akhirnya membatalkan niatku untuk pergi ke perpustakaan dan memutuskan untuk pergi ke kelas.Setibanya di kelas, aku meliahat Aisha duduk di bangkunya.Tanpa piker panjang, aku langsung saja duduk di samping Aisha.Setelah beberapa saat aku duduk, tiba-tiba Aisha mengajaku bicara.
“San, aku ga jadi ikut Lomba Biologi,” ujar Aisha.
“Ga ikut?memangnya kenapa?” sambil berpura-pura tidak tau aku bertanya pada Aisha.
“Aku ga jadi ikut coz aku belum terdaftar sebagai peserta.Berkas peserta lomba terlambat diserahin sama panitianya.Padahal kamu kan tau sendiri kalau aku pengen banget pergi ke Bali.Tapi selain itu, aku juga pengen ikut Lomba Sains.Tapi kamu jugakan tau, kalau hari pelaksanaannya bersamaan.Jadi aku ga bisa ikut dua-duanya.Tapi akhirnya aku putusin ikut Lomba Sains aja, coz kalau aku dapet juara Ibu sama Bapak aku pasti bangga and aku pengen banget mereka bisa membanggakan aku sebagai anak mereka di depan semua orang.Aku sayang banget sama mereka.Tapi akhirnya aku jadi ga dapet apa-apa.Udah gagal triping ke Bali, eh malah aku juga ga terdaftar jadi peserta Lomba Sains.Huh, aku sebel banget ma staf di sekolah ini.Kenapa aku yang udah ikut pelatihan jauh-jauh hari sampe dibela-belain ga ikut ke Bali, eh malah ga didaftarin juga jadi peserta.Trus dia malah Cuma bisa bilang maaf, coz pengiriman data peserta terlambat.aku sebeeel banget.Dasar staf TELMI….” ujar Aisha.
“Emang dasar staf ga professional.Ga Cuma telat mikir ( TELMI ) tapi juga letoy and lelet.Payah, masa nyerahin bekas aja bisa telat.Apalagi disuruh bikin berkas.Bisa-bisa nyuruhnya hari ini, paling ntar jadinya lebaran monyet kali!Ya udah, kamu yang sabar yach.Mungkin tuhan punya rencana lain di balik semua kejadian ini,” tuasku pada Aisha.
“Makasih yach.Trus kamu gimana?jadi ikut?” tanya Aisha.
“Alhamdullilah aku jadi ikut.Doain aku yach, agar bisa menang and pergi ke Semarang,” jawabku dengan nada bicara yang agak hati-hati agar tidak menyinggung perasaan Aisha.
“Insya Allah aku doain koq, tenang aja.Yang penting kamu belajar yang giat and juga rajin berdoa,” ujar Aisha.
“Makasih yach Aish, kamu memang baek banget,” jawabku
“Sama-sama”.
Setelah itu aku dan Aisha mengikuti seperti pelejaran seperti biasanya hingga bel pulang berbunyi.
Keesokan harinya, di kelas aku melihat bangku yang seharusnya ditempati Aisha masih kosong hingga bel masuk berbunyi.Tampak ada sepucuk surat dari Siti teman lain kelas yang rumahnya dekat dengan Aisha.Ternyata surat itu berisi izin tidak masuk sekolah dari Aisha.Surat tersebut menerangkan bahwa Aisha sedang sakit sehingga tidak bisa masuk sekolah.